ada cantik
ada indah
ada senang
ada suka
ada bahagia
ada resah
semua ada
tapi smlm ada
hari ni sudah tiada
Monday, October 13, 2008
Monday, September 8, 2008
Sunday, April 6, 2008
tidak bisa mampu
tolong aku
bantu aku
bagaimana mahu tidak di bohong lagi hati
bila dia sudah tidak mahu
bila aku sudah tidak bisa mampu
bantu aku
bagaimana mahu tidak di bohong lagi hati
bila dia sudah tidak mahu
bila aku sudah tidak bisa mampu
Thursday, January 31, 2008
Ya Rabb.. Ya Rahman..
Tuhan
Aku tahu kau sering kuabai
Saat nikmat duniawi datang membelai
Tuhan
Aku tahu aku sering leka
Waktu cinta datang mendakapku mesra
Waktu aku hanyut dek indah berahi
Dari jauh aku tahu Kau hanya memerhati
Lantas kau sambarkan ujian mu
Baru ku tersedar terkaku
Tuhan
HambaMu yang lalai ini
HambaMu yang leka ini
Jiwanya tidak sebesar akalnya
Akalnya tidak sebesar nafsunya
Maka jangan kau terlalu menduga Ya Penyayang
Sedang tamparan sedikit sudah biasa buat aku melayang
Jiwa ini sering hanyut
Jiwa ini sering semput
Jiwa ini sering kering
Jiwa ini ada kala berbau hancing
Jiwa ini kadang lupa
Jiwa ini sering alpa
Bantu aku Tuhan.....
Entah sampai bila aku mampu bertahan.....
Aku tahu kau sering kuabai
Saat nikmat duniawi datang membelai
Tuhan
Aku tahu aku sering leka
Waktu cinta datang mendakapku mesra
Waktu aku hanyut dek indah berahi
Dari jauh aku tahu Kau hanya memerhati
Lantas kau sambarkan ujian mu
Baru ku tersedar terkaku
Tuhan
HambaMu yang lalai ini
HambaMu yang leka ini
Jiwanya tidak sebesar akalnya
Akalnya tidak sebesar nafsunya
Maka jangan kau terlalu menduga Ya Penyayang
Sedang tamparan sedikit sudah biasa buat aku melayang
Jiwa ini sering hanyut
Jiwa ini sering semput
Jiwa ini sering kering
Jiwa ini ada kala berbau hancing
Jiwa ini kadang lupa
Jiwa ini sering alpa
Bantu aku Tuhan.....
Entah sampai bila aku mampu bertahan.....
Saturday, January 12, 2008
Jiwa, rasa, hati si seni
Petikan gitar berlagu
Sendu
Setiap tarian jari si pemetik
Punya notasi sendiri yang unik
Sambil bibir menzikir seiring
Bait-bait kata nan penuh rasa
Rasa-rasa yang tusukannya meresap ke dada
Itu seni bisik si telinga
Seni itu ada pada rasa, ada pada jiwa
Palitan merah jingga itu punya makna
Si Putih itu tidak lagi hambar
Impasto mencemar kerataan si kanvas
Di setiap contengan
Di setiap garisan
Di setiap lakaran
Punya hati si pelukis
Juga penuh rasa puitis
Rasa cinta
Rasa kasih
Rasa sayang
Juga rasa pedih
Rasa sedih
Hati perih
Hati merintih
Itu seni kata si mata
Seni itu ada pada rasa, ada pada jiwa
Lenggok gemalai diiring
Petikan gitar yang nyaring
Dengan wajah penuh ekspresi
Suara penuh emosi
Sang penyair berjiwa halus
Lahirkan rasanya dengan telus
Seiring terlontar segala rasa
Segala jiwa
Segala tenaga
Itu seni lirih sang jasad
Seni itu ada pada rasa, ada pada jiwa
Seni itu bukan hanya ditelinga
Bukan hanya dimata
Bukan hanya pada jasad
Ia lahir dari jiwa
Ia lahir dari hati
Untuk dihayati dan dicintai
Pasar Budaya
12 Januari 2008
Sendu
Setiap tarian jari si pemetik
Punya notasi sendiri yang unik
Sambil bibir menzikir seiring
Bait-bait kata nan penuh rasa
Rasa-rasa yang tusukannya meresap ke dada
Itu seni bisik si telinga
Seni itu ada pada rasa, ada pada jiwa
Palitan merah jingga itu punya makna
Si Putih itu tidak lagi hambar
Impasto mencemar kerataan si kanvas
Di setiap contengan
Di setiap garisan
Di setiap lakaran
Punya hati si pelukis
Juga penuh rasa puitis
Rasa cinta
Rasa kasih
Rasa sayang
Juga rasa pedih
Rasa sedih
Hati perih
Hati merintih
Itu seni kata si mata
Seni itu ada pada rasa, ada pada jiwa
Lenggok gemalai diiring
Petikan gitar yang nyaring
Dengan wajah penuh ekspresi
Suara penuh emosi
Sang penyair berjiwa halus
Lahirkan rasanya dengan telus
Seiring terlontar segala rasa
Segala jiwa
Segala tenaga
Itu seni lirih sang jasad
Seni itu ada pada rasa, ada pada jiwa
Seni itu bukan hanya ditelinga
Bukan hanya dimata
Bukan hanya pada jasad
Ia lahir dari jiwa
Ia lahir dari hati
Untuk dihayati dan dicintai
Pasar Budaya
12 Januari 2008
Friday, January 11, 2008
Damba cintamu
Ada satu hati itu
Dulu hanya seketul daging yang lesu biru
Tapi sejak kau ulitkan manja
Semarak ia merah semula
Ada satu jiwa itu
Pernah keras berkerikil berbatu
Tapi sejak kau bisikkan mesra
Kembali lembut giur mempalit warna
Adakah kau tahu kesannya tuturmu
Pernahkan kau fikir akibatnya indah lakumu
Terlintaskah dibenakmu
Semua itu buat aku terkaku
Bila ku berhadapan denganmu
Serakkan keindahan cinta itu kasih
Dihatimu izinkan aku merintih
Semarakkan kehangatan cinta itu sayang
Jangan kau tinggalkan aku sendirian dengan bayang
Satukan keserasian cinta kita dihatimu
Indahkan penyatuan dua hati kita nan jitu
Kerna kini aku mahu kau tahu
Ku damba cinta kita kan selamanya bersatu
Dulu hanya seketul daging yang lesu biru
Tapi sejak kau ulitkan manja
Semarak ia merah semula
Ada satu jiwa itu
Pernah keras berkerikil berbatu
Tapi sejak kau bisikkan mesra
Kembali lembut giur mempalit warna
Adakah kau tahu kesannya tuturmu
Pernahkan kau fikir akibatnya indah lakumu
Terlintaskah dibenakmu
Semua itu buat aku terkaku
Bila ku berhadapan denganmu
Serakkan keindahan cinta itu kasih
Dihatimu izinkan aku merintih
Semarakkan kehangatan cinta itu sayang
Jangan kau tinggalkan aku sendirian dengan bayang
Satukan keserasian cinta kita dihatimu
Indahkan penyatuan dua hati kita nan jitu
Kerna kini aku mahu kau tahu
Ku damba cinta kita kan selamanya bersatu
Subscribe to:
Posts (Atom)
